Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Padahal Hanya Minta Dinafkahi, Istri Malah Dibacok Suaminya Hingga Jarinya Putus

Padahal Hanya Minta Dinafkahi, Istri Malah Dibacok Suaminya Hingga Jarinya Putus

Ketika ijab kabul diucapkan, maka pada saat itu juga suami mengemban tanggungjawab terhadap istrinya. Terutama soal nafkah lahir dan batin.

Namun apa daya, jangankan nafkah lahir, semenjak dinikahi pada 2015 lalu MY (21) malah kerap dihadiahi pukulan oleh suaminya, Mukidi (25).

Tak ada kebahagiaan yang diberikan, justru hanya penderitaan.




Tapi MY memilih tetap bertahan dan bersabar, karena percaya suaminya akan segera berubah.

Namun itu hanya menjadi angan semata.

Bahkan pada 16 September tengah malam lalu, ketika dirinya meminta sang suami untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan, suaminya kembali melakukan tindak KDRT.

Kali ini bahkan menggunakan alat senjata tajam berupa golok.

Suami kejamnya itu masuk ke rumah dan langsung menghayunkan golok ke kepalanya sebanyak dua kali.

Selanjutnya, Mukidi ingin membacok bagian leher namun berhasil MY tangkis hingga mengakibatkan satu ruas jarinya putus, melansir Tribunnews.com.

Korban yang tak sanggup lagi akhirnya memilih melaporkan suaminya ke polisi.

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

 Akibat penganiayaan itu, ayahnya, Ahmad Murzi (50), terluka di wajah dan bibir. Sementara pamannya, Syahrial, mengalami luka bacok di bagian kaki kanan.

Seorang pemuda di Serdang Bedagai, Sumut, gelap mata hanya karena tidak diberi uang. Dia memukuli ayahnya dan membacok pamannya yang coba melerai.

Pemuda yang menganiaya ayah dan pamannya bernama Ahmad Fadli alias Fadli (19).

“Penganiayaan itu dilakukan di rumah mereka di Dusun III, Desa Senah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sedang Bedagai, Senin (21/9) sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang kepada wartawan, Rabu (23/9).



Akibat penganiayaan itu, ayahnya, Ahmad Murzi (50), terluka di wajah dan bibir. Sementara pamannya, Syahrial, mengalami luka bacok di bagian kaki kanan.

Robinson menjelaskan, peristiwa itu diawali pertengkaran antara Fadli dengan ayahnya. Pemuda itu marah-marah karena tidak diberi uang.

“Pelaku tiba-tiba langsung memukuli membabi-buta beberapa kali sehingga mengenai bibir dan mengalami luka serta mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Murzi yang ketakutan akhirnya kabur ke rumah adiknya, Syahrial, yang juga di desa yang sama. Di sana dia menceritakan perbuatan putranya.

Syahrial kemudian menemani abangya pulang. Namun, setibanya di depan pintu, Fadli langsung memukul wajah ayahnya.

Sahrizal coba melerai. Namun, Fadli mengambil parang dari belakang rumah. Dia membacok kaki kanan pamannya.

Kedua korban kemudian mundur, sedangkan Fadli mengunci semua pintu rumah. Dia menghunus sebilah parang sambil mengancam siapa saja yang nekat masuk ke rumah.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Sena dan diteruskan ke Polsek Perbaungan. Sekitar pukul 00.30 WIB, Fadli diamankan.

“Kita juga mengamankan barang bukti sebilah parang dengan gagang berwarna hitam,” tutup Robinson.

Sumber: palingseru

Janda 3 Anak ini Hidupnya Memilukan Tinggal di Gubuk Samping Kuburan Suami Ular dan Kalajengking Sering Masuk Rumahnya

Janda 3 Anak ini Hidupnya Memilukan Tinggal di Gubuk Samping Kuburan Suami Ular dan Kalajengking Sering Masuk Rumahnya

 Nuraini janda 3 anak tinggal di rumah reot samping makam suami
Janda tiga anak ini hudpunya sungguh meprihatinkan dirinya bersama anak anaknyaharus tidur disebuah gubuk dan ditemnai kuburan sang suami.

Nuraini  janda tiga anak selama tiga tahun harus tinggal ditempat yang sebenarnya gak layak huni di di bilangan Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan.

Kondisi rumahnya sebenarnya bisa dikatakan tidak layak huni, atapnya yang terbuat dari genteng sudah terlihat renggang dan ada yang ditutup dengan terpal sudah pasti jika hujan bocor.

Lalu dari pintu depan, rumah non-permanen itu langsung terlihat spring bed usang cukup besar.




Alasnya sudah ada yang terlapisi coran semen sebagian.

Namun saat memasuki bagian belakang, dapur dan kamar mandi, kondisinya mengenaskan.

Alas tanah, perkakas yang sudah rusak banyak diletakkan begitu saja.

Atap kamar mandi bahkan sudah tidak tertutup karena bangunan miring asbab diterpa angin.


Sebelum tinggal digubuk reot ini Nuraini beserta keluarganya sempat tinggal di rumah mertua, namun rumah itu harus di jual lantaran untuk memenuhi kebuthan keluarga.

Setelah rumah dijual Nuraini tinggal di gubuk yang dulunya dijadikan tempat berteduh jika usai selesai berladang, karena suaminya kerja serabutan dan tak mampu biaya kontrak akhirnya gubuk itu mereka jadikan rumah seadanya untuk tinggal.

“Tadinya kan tani, kan pohon kacang buat neduh.

Karena suami saya enggak punya uang enggak kerja jadi dijadiin rumah,” ujar Nuraini.

Pada 21 Agustus 2020 lalu, sang suami meninggal dunia dan dimakamkan persis di sebelah rumah reot itu.

Selama 4 Tahun tinggal dirumah yang tak layak hunui keluarga mereka sering kedatangan tamu hewan hewan berbahaya seperti ular dan kalajengking.

Nuraini sempat mendengar rumahnya akan dipugar pemerintah kota Tangsel, dan iapun bersedia.

“Niatnya mau dirapihin sama keluarga, kalau ada uang.

Nanti mau ditambal triplek. Keluarga saya juga sama ekonominya,” ujarnya.

sumber : palingseru.com

Suami Pura Pura Terjangkit Corona Agar Bisa Nikah Lagi Dengan Kekasih Simpanan

Suami Pura Pura Terjangkit Corona Agar Bisa Nikah Lagi Dengan Kekasih Simpanan

 Demi nikah lagi bebrbagai cara dilakukan oleh pria ini salah satunya pura pura terpapar Covid 19 kepada Istrinya.

Betapa bingungnya hati istri ketika ditelpon suamninya dan memberitahu jika si suami kini sedang postif Corona.

Nah hal inilah yang dirasakan sorang istri di India, ia mendapatkan kabar dari suaminya bernaa Mishra jika dirinya terpapar virus mematikan itu dan ingin mengakhiri hidupnya.




Panik mendengar kabar buruk istri Mishra kemudian mnghubungi keluarga Mishra untuk meminta pertolongan namun keluarga memyaraknkan untuk melapor polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi akhirnya diketahui jika Mishra berbohong telah positif covid 19, terungkap pula alasan ia bebohong ternyata mau kabur demi bisa nikah lagi dengan selingkuhannya.

Tak hanya sampai disitu ketika istri pergi ke pruahaan tempat Mishra bekerja juga terungkap masalah baru dirinya sudah dipceat karena

Akhirnya, setelah berbicara dengan beberapa temannya, mereka tahu bahwa dia telah berselingkuh.

“Kami mengirim tim ke lokasi terakhirnya, di mana kami mendapatkan sepeda motor dan kuncinya, tas punggung yang dia bawa untuk bekerja, dan helm,” kata seorang petugas polisi dikutip dari Indian Express, Kamis (24/9/2020).

Mishra dipecat dari pekerjaannya karena terlibat dalam penipuan keuangan baru-baru ini. Dia telah berselingkuh selama beberapa tahun dan ingin menyingkirkan istri dan putrinya. Ia pun merencanakan penyakitnya dan terkesan seperti melakukan upaya bunuh diri.

Polisi akhirnya melacak Mishra ke kota Indore, di mana dia dilaporkan tinggal bersama kekasihnya. Pria 28 tahun itu berharap keluarganya menganggap dirinya sudah mati.

sumber : palingseru.com

Emosi Suaminya Dinikahkan dengan Wanita Hamil, Mama Muda Nekat Pukul Imam Masjid Pakai Balok saat Shalat

Emosi Suaminya Dinikahkan dengan Wanita Hamil, Mama Muda Nekat Pukul Imam Masjid Pakai Balok saat Shalat

 Hati istri mana yang gak sakit jika mengetahui suami nikah lagi dengan wanita lain seperti itulah yang diraskan mama muda ini hingga nekat pukul imam masjid yang lagi solat gara gara tahu pak imam menikahkan suaminya dengan wanita lain yang lagi hamil.

Kejadian ini terjadi di Desa Kaballangang, Pinrang, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.



Seorang imam masjid bernama Asgan (47) dipukul oleh seorang emak-emakmuda  bernama Fitri (30) pada Selasa (22/9/2020) saat dirinya sedang melaksana kan solat di sebuah masjid.

Menurut keterangan dari Kanit Reskrim Polsek Duampanua Ipda Suharman Tahir, Firi emosi dan dendam kepada Asgan sebab telah menikahkan suaminya dengan wanita lain tanpa sepengetahuan dirinya.

Akibatnya Fitri emosi hingga nekat melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan menggunakan balok ke arah punggung  yang mengakibatkan Asgan pun terjatuh 

“Hantaman kayu itu pun mengenai punggung Asgan, hingga menyebabkannya terjatuh,” kata Suharman.

“Dipukul dua kali menangkis, sehingga jari-jari tangannya terluka,” sambungannya.

Tak Terima dipukul akhirnya Asgan mengadukan kasusnya ke Polisi, dan polisi sedang menangani kasus ini.

Korban dan pelaku serta suaminya telah dimintai keterangan. 

Kasus ini diupayakan selesai dengan damai.

sumber : palingseru.com

Curhatan Wanita ini Viral, Suaminya Pilih Cerai Daripada Memberi Nafkah Rp 1 Juta per bulan Untuk 2 Anak

Curhatan Wanita ini Viral, Suaminya Pilih Cerai Daripada Memberi Nafkah Rp 1 Juta per bulan Untuk 2 Anak

 Baru-baru ini media sosial viral soal curhatan wanita yang diceraikan suaminya gegara meminta nafkah Rp 1 Juta perbulan.

Rupanya wanita itu mengaku meminta nafkah sebesar itu lantaran sudah memiliki dua anak.

Sebelumnya, ia mengaku tak diberi nafkah oleh suaminya hingga harus dibantu ayahnya, namun semenjak ayahnya sakit, ia tak bisa lagi mendapatkan bantuan keuangan.

Kisah itu diunggah oleh akun TikTok @khoirohummah, Jumat (18/9/2020)

Video curahan hati (curhat) yang menjadi viral tersebut telah ditonton sebanyak 2 juta kali.

“Punya mantan suami, entah gua keterlaluan apa gimana.

Cuma gara-gara gua kasih pilihan.

Pilih mundur apa kasih nafkah 1 juta perbulan untuk 2 anak.

Karna gua cape udah nikah minta makan sama bokap gua.

Dan dia memilih nyerah dan mundur.

Dan disitulah cerita ending perceraian terjadi,” tulis pengunggah.

Saat dihubungi, perempuan bernama Ummah (27) itu menyampaikan cerita di balik unggahannya.

Ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat, ini mengaku menikah dengan mantan suami pada 2014 silam.

Keduanya bercerai pada 2017, setelah Ummah memberikan pilihan mundur atau memberi nafkah Rp 1 juta itu.

Ia mengatakan, mantan suaminya itu tak pernah memberikan nafkah padanya.

Ummah baru mendapat sejumlah uang, saat tengah mengandung dan tak lagi bekerja.

“Dari setelah nikah memang enggak pernah dikasi gaji sama dia,” ungkapnya kepada Tribunnews.com, Senin (21/9/2020).

“Mungkin dia menyepelekan nafkah, karena aku juga bekerja.”

“Setelah hamil dan enggak punya pemasukan, dia sempat ngasih tapi enggak seberapa.”

“Kadang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu. Enggak rutin setiap hari,” jelas Ummah.

Dirinya berujar, mendapat bantuan dari orangtua saat masih bersama sang mantan suami.

“Aku bisa bertahan saat enggak kerja, karena masih ada bapak aku yang bantu.”

“Dia kasih aku Rp 20 ribu sehari, jadi aku masih bisa bersyukur saja,” ungkapnya.

Mantan suaminya itu juga sering membeli barang yang bukan untuk kebutuhan rumah tangga.

Bahkan, biaya lahiran anak kedua Ummah saat itu harus dibantu oleh ibu mertuanya.

“Aku suruh nabung untuk melahirkan, uangnya pun malah untuk beli PC komputer.”

“Aku tanya untuk apa, dia hanya jawab cuma untuk main game, bukan karena ada usaha.”

“Akhirnya biaya lahiran pun dari ibu mertua,” terang perempuan itu.

Sebelum terjadi perceraian, Ummah sempat bekerja lagi demi kebutuhannya dan sang anak.

Saat itu, ia masih berharap sikap suaminya saat itu berubah menjadi lebih baik.

“Setelah melahirkan, aku kerja lagi karena kebutuhan gede,” katanya.

“Aku enggak minta cerai dari awal, karena ada bapak yang bantu.”

“Berharap dengan adanya anak kedua, dia akan sadar,” imbuh dia.

Ummah lalu meminta suaminya saat itu untuk memberikannya nafkah.

Ia pun mencurahkan semua keluhannya selama menikah.

“Saat itu bapak aku jatuh sakit, di situ dia sudah enggak bisa bantu aku lagi.”

“Aku menuntut suami karena aku udah buntu. Aku bilang selama menikah enggak pernah dapat nafkah.”

“Untuk kali ini aku minta Rp 1 juta per bulan, karena anak sudah dua,” jelasnya.

Namun, suaminya saat itu tak menghiraukan permintaannya.

Ummah pun sudah tak tahan lagi, dan akhirnya memberikan dua pilihan tersebut.

“Sampai emosi meledak saya marah sejadi-jadinya, dan bikin pertanyaan.”

“Aku berharap dia jawab, diusahain atau apa. Tapi dia milih pergi,” ungkapnya.

“Sampai sekarang pun anaknya enggak diingat sama dia,” pungkas Ummah.


sumber : palingseru.com 

Demi Dapatkan Uang Asuransi, Suami Tega Dorong Istrinya yang Sedang Hamil ke Jurang

Demi Dapatkan Uang Asuransi, Suami Tega Dorong Istrinya yang Sedang Hamil ke Jurang

 Percaya tidak percaya, uang bisa membuat seseorang gelap mata dan kehilangan akal sehatnya. Peristiwa berikut ini menjadi salah satu gambarannya. Dimana seorang suami nekat mendorong istrinya ke dalam jurang demi mendapatkan uang asuransi.




Untuk memuluskan aksinya ini, seperti dilansir tribunstyle.com, Ahn Du, nama suami kejam tersebut, berpura-pura mengajak istrinya yang bernama Vuong untuk jalan-jalan ke Taman Nasional Pha Taem, Thailand.

Dari perjalanan hingga di lokasi wisata, Ahn Du bersikap begitu manis kepada istrinya. Dia memanja-manjakan istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka.

Bahkan di lokasi terakhir, di tepi sebuah jurang, Ahn Du masih berpura-pura memanjakan istrinya dengan memeluknya dari belakang, mengelus calon bayi mereka yang berusia 3 bulan, serta menciumnya dengan penuh gairah, sebelum akhirnya dengan sengaja mendorong istrinya sambil berkata, “Mati kamu!”.


Polisi menunjukkan jurang lokasi tempat Du sengaja mendorong istrinya
Sekira empat puluh menit berlalu, Du pergi meninggalkan lokasi, karena menganggap istrinya telah tewas.

Namun jauh dari bayangannya, istrinya ternyata berhasil selamat berkat dahan pohon, meski alami luka parah dan kehilangan janin di dalam kandungannya.

Kehidupan Vuong inilah yang akhirnya menguak motif kejahatan Du, dan menghantarnya ke sel tahanan. Du dijatuhi hukuman seumur hidup sebagai bentuk pertanggungjawaban dari perbuatan kejinya itu.

sumber : palingseru.com

Viral! Liang Kubur Ini Malah Mengeluarkan Api Ketika Sedang Digali

Viral! Liang Kubur Ini Malah Mengeluarkan Api Ketika Sedang Digali

 Bak sinetron azab, sebuah liang kubur mengeluarkan api.

Inilah video yang tengah menghebohkan kalangan pengguna media sosial Twitter, setelah videonya diunggah oleh pemilik akun Gege atau @hokagege.

“Kuburan siapa nih? baru digali udah keliatan nerakanya,” demikian tulis keterangannya, yang semakin mengundang perhatian khalayak Twitter.



Dalam video singkat itu, terdapat seorang penggali kubur berada di dalam liang kubur, yang sedang ingin menyelesaikan tugasnya.

Namun saat cangkul diarahkan ke tanah di depannya, tiba-tiba saja muncul percikan api.

Si penggali kubur yang kaget dan panik lantas menimbunnya dengan menggunakan tanah.

Tapi bukannya segera padam, malah kembali muncul api lain, bahkan kali ini semakin membesar.

Sang penggali yang ketakutan pun sontak menyerah, mengajukan satu tangannya kepada rekannya sebagai simbol untuk ditolong, diangkat ke atas permukaan.

Meski dibuat bergidik ngeri, nyatanya tak sedikit warganet yang justru berasumsi jika api itu adalah buatan atau direkayasa.

“Besar kemungkinan, api tersebut berasal dari benda yg dibakar secara sengaja dan diletakkan di dalam galian tersebut, bukan magical fire yang muncul begitu saja atau semacamnya,” komentar salah seorang netizen, melansir banten.suara.com.

sumber: palingseru.com

Gara-gara Sering Minum Kopi di Warung Ibunya, Gadis 18 Tahun Nikahi Duda 66 Tahun

Gara-gara Sering Minum Kopi di Warung Ibunya, Gadis 18 Tahun Nikahi Duda 66 Tahun

 “Jodohku dijemput di warung kopi ibu”, mungkin seperti itulah kira-kira bunyi kalimat kisah percintaan Nur Nasirah Mohd Nazri dengan suami lansianya bila dijadikan sebagai judul sinetron.

Ya, ada hal unik dan menarik memang dari pernikahan Nasirah dengan suaminya. Selain lokasi pertemuan mereka, yakni di warung kopi ibunya, Salma Abdullah (42) di Paka, sebuah kota pantai di Terengganu, Malaysia. Juga perbedaan usia diantara mereka.



Perbedaan usia Nasirah dengan suaminya, Ismail Lombok, bukan lagi 10 – 15 tahun, melainkan 48 tahun.

Sedikit aneh dan jadi pertanyaan besar tentunya. Apalagi, Nasirah sendiri sangat muda dan memiliki paras yang sungguh cantik. Sehingga dia bisa mendapatkan jodoh yang sama muda dan juga berparas tampan.

Tapi kembali lagi, inilah jodoh, rahasia Tuhan.

Nasirah pun menampik semua asumsi orang-orang terhadapnya yang hanya ingin menguasai harta Ismail yang merupakan pensiunan perusahaan perkebunan.

“Meskipun usia kami jauh berbeda namun saya menikah dengan dia karena saya menyukainya, bukan karena uang atau utang budi,” tuturnya.

Nasirah mengaku, perwatakan duda delapan anak itu yang berhasil meluluhkan hatinya. Di matanya, Ismail adalah orang yang jujur, lembut, dan penuh perhatian.

“Biar apa kata orang, saya terima dia apa seadanya, dia begitu peduli dan menyayangi saya sepenuh hati. Setelah kami direstui keluarga, kami menikah dengan cara yang sah, ikut adat. Hanya jarak usia saja yang berbeda dan itu bukan penghalang cinta kami,” ucapnya.

Nasirah dan suaminya Ismail melangsungkan akad nikah pada 18 Maret lalu di rumah pengantin pria di Jalan Santong, Paka, sekitar jam 10.30 malam, dengan uang hantaran sebanyak RM 7,000, seperti dilansir dream.co.id.

source: palingseru.com

Mama Muda ini Gigit dan Pukuli Anaknya Sendiri Hingga Meninggal Dunia, Polisi Sampai Kerepotan Saat Melakukan Pemeriksaan

Mama Muda ini Gigit dan Pukuli Anaknya Sendiri Hingga Meninggal Dunia, Polisi Sampai Kerepotan Saat Melakukan Pemeriksaan

 Entah kesalahan apa yang telah dilakukan oleh bocah lima tahun berinisial SHA ini sampai dianiaya secara keji oleh ibu kandungnya sendiri, ML (29).

Jikalaupun yang dilakukan anak merupakan kesalahan besar atau fatal, tak seharusnya orangtua memberi anak ‘pelajaran’ secara berlebihan, sampai melibatkan kekerasan fisik yang berujung membahayakan nyawanya.



Dalam kasus ini, berdasarkan hasil visum, SHA mnderita sejumlah luka pukulan benda tumpul dan bekas gigitan di sekujur tubuh.

“Adanya kekerasan terhadap korban dengan cara menggigit bagian tubuhnya korban.”

“Ada juga luka memar dan luka lebam pada bagian tubuh korban,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Akibat penganiayaan itu, bocah malang itu meninggal dunia saat mendapat penanganan dari tim medis di rumah sakit.

Dari sini pula, terbongkar tindak kejahatan ML. Pihak rumah sakit yang curiga dengan adanya sejumlah bekas luka di tubuh korban langsung melaporkannya pada polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap jika SHA tewas karena dianiaya secara keji oleh ML.

Saat melakukan interogasi pada ML, polisi pun sempat dibuat kerepotan. Pasalnya ML tidak bisa berbahasa Indonesia. Dia merupakan WNA asal Maroko yang tinggal di Apartemen Pavilion Tanah Abang, Jakarta Pusat, melansir TribunJakarta.com.

“ML kami tahan dan terkendala dengan adanya bahasa,” kata Kombes Yusri.

“Tapi kami sudah menggunakan juru bahasa dan pengacara yang ada,” lanjutnya.

ML disangkakan dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Pelaku dapat dipidana maksimal 15 tahun penjara dengan sanksi denda Rp 3 miliar,” tutup Kombes Yusri.

source : palingseru.com

Suami Ini Tega Mencangkul Wajah Istrinya Di Depan Sang Ibu

Suami Ini Tega Mencangkul Wajah Istrinya Di Depan Sang Ibu

 Seiring majunya peradaban, perilaku penghuni Bumi kini malah semakin mengkhawatirkan. Orang-orang tak segan melakukan hal di luar batas, termasuk dalam hal menyakiti atau menghabisi nyawa seseorang.



Bahkan di dalam negeri, di Pekon Pujodadi, Kecamatan Pardakusa, Kabupaten Pringsewu, baru saja terjadi insiden suami mencangkul wajah istrinya.

Ya, tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba saja pria yang teridentifikasi berinisial AS (27) melakukan hal sadis itu pada istribya, UR (27).

Aksi sadis itu bahkan dilakukan dihadapan ibu kandungnya pada Jumat (4/9/2020).

“Saksi yang melihat peristiwa tersebut adalah ibu kandung pelaku sendiri,” ujar Kapolsek Pardasuka AKP Lukman Hakim.

Akibatnya, ibu kandung pelaku kini mengalami trauma hingga belum dapat dimintai keterangan.

Sementara korban sudah dirujuk ke RSUDAM Bandar Lampung. Korban mendapat luka serius, berupa luka robek dan terbuka alias menganga.

“Masih kami dalami apa yang menjadi motif suami tega menganiaya istrinya hingga luka parah seperti itu,” kata Kapolsek.

Namun berdasarkan penyelidikan sementara, didapati fakta bahwa pelaku AS mengalami gangguan jiwa.

Bahkan sebelum kejadian, pelaku sempat dibawa berobat ke RSJ Kurungan Nyawa.

“Siang hari, sebelum kejadian pelaku oleh keluarga sempat diantar berobat ke RS Jiwa Kurungan Nyawa,” tutur Kapolres, dikutip Tribunnews.com.

sumber : palingseru.com

Akan Ada Fase Dimana Seseorang yang Tadinya Begitu Peduli Akan Menjadi Bodoh Amat

Akan Ada Fase Dimana Seseorang yang Tadinya Begitu Peduli Akan Menjadi Bodoh Amat

 Semua ada masanya termasuk kepedulianku selama ini yang selalu kamu abaikan. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja, maka semua rasa peduliku akan berubah menjadi bodoh amat.

Lihat saja kedepannya, waktu yang akan membuktikan bahwa rasa peduliku akan berubah seketika menjadi bodoh amat dan tidak peduli sama sekali terhadapmu. Berubah bukan atas kemauanku, namun berubahku karena sikapmu yang tidak pernah mau menghargaiku.




Aku Begitu Peduli Hanya Ingin Menunjukkan Betapa Berharganya Kamu Untukku Namun Kau Tak Pernah Peduli Terhadapku

vdu.cc

Mungkin bagimu aku terlihat bodoh dan tidak memiliki kerjaan yang penting sehingga selalu menganggumu dan peduli kepadamu. Yah meskipun selama ini kau hanya cuek dan tidak peduli terhadapku namun aku selalu berusaha tetap peduli terhadapmu.

Nyatanya aku peduli bukan karena tidak memiliki kerjaan dan kegiatan hanya saja aku selalu mengutamakan kamu dibanding kerjaan dan kegiatanku.

Jangan Salahkan Aku Yang Berhenti Peduli Kepadamu, Tapi Salahkan Dirimu Yang Tidak Pernah Menghargai Kepedulianku

vdu.cc

Selama ini aku cukup bodoh tetap peduli terhadap kamu yang tidak pernah menoleh atau bahkan tidak pernah mau tahu tentangku. Aku yang selalu peduli, yang selalu menyempatkan memberi perhatian disela-sela kegiatanku, namun kau tetap tidak pernah mengahragaiku.

Asal kamu tahu, aku peduli bukan karena mengemin perhatianmu, hanya saja aku sedang menunjukkan betapa berharganya kamu untukku. Maka jangan salahkan aku jika suatu saat aku berhenti peduli kepadamu.

Kau Tidak Akan Pernah Tahu Bahwa Yang Begitu Peduli Kepadamu Bisa Saja Akan Menjadi Orang Yang Bodo Amat Nantinya

vdu.cc

Jika suatu saat aku sudah sampai pada fase dimana aku berhenti peduli sama kamu, maka pada saat itulah aku akan bodo amat terhadap apa pun yang berhubungan denganmu. Yang selama ini begitu peduli kepadamu akan berhenti menjadi orang yang bodo amat.

Maka jangan pernah salahkah aku yang berhenti peduli kepadamu, salahkan saja dirimu yang tidak mau mengharagi perasaanku.

Karena kau sendiri tidak akan pernah tahu kapan aku akan berhenti peduli sehingga bisa saja kamu akan menyesal nantinya setelah tahu bahwa aku sudah tidak peduli lagi terhadapmu.

Yang Selalu Peduli Akan Menjadi Bodoh Amat Ketika Kepeduliannya Tidak Pernah Dihargai

vdu.cc

Jangan harap aku akan terus peduli terhadapmu jika kamu sendiri tidak pernah mau menghargaiku. Kau harus tahu bahwa semua itu ada masanya, tidak terkecuali aku.

Aku yang selalu peduli kepadamu akan sampai pada fase dimana aku berhenti peduli terhadapmu. Ketika waktu itu sampai maka yang akan aku lakukan adalah say goodbye.

Bukan Berubah, Hanya Saja Sudah Sampai Pada Fase Berhenti Tuk Peduli Karena Selama Ini Tidak Pernah Dihargai

vdu.cc

Jika aku sudah tidak peduli lagi terhadapmu, ingat bahwa aku tidak pernah berubah darimu kecuali kamu yang membuatku berubah.

Aku tidak akan pernah berhenti peduli kepadamu jika kamu bisa menghagaiku. Maka sekali lagi aku tidak berubah, sikapmulah yang membuatku berubah kepadamu.

Ini Cara Cek Bantuan Sosial Tunai Kementerian Sosial, Apakah Kamu Termasuk Daftar Penerima?

 Simak cara mengetahui daftar penerima Bantuan Sosial Tunai dari pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kamu termasuk gak nih? Kementerian Sosial atau Kemensos menyalurkan bantuan lagi di tengah pandemi covid-19. Kali ini Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp 500.000 yang disalurkan mulai bulan September ini. Menteri Sosial Juliari P Batubara menyampaikan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Bantuan itu ditargetkan bagi keluarga yang tergolong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).




Juru Bicara Kemensos Adhy Karyono mengungkapkan, bantuan Rp 500.000 tersebut merupakan tambahan satu kali transfer untuk keluarga penerima kartu BNPT.


"Penerimanya 9 juta orang," katanya, Jumat (4/9/2020).

Cara Cek Penerima BST

Kepala Bagian Disememinasi Data Kemensos Ujang Taofik Hidayat menjelaskan masyarakat dapat mengecek perihal bantuan tersebut di laman https://cekbansos.siks.kemsos.go.id Setelah itu masyarakat dapat mengisi nama dan NIK. Di sana akan ada 3 pilihan, yaitu ID DTKS/BDT, Nomor PBI JK/KIS, dan NIK. "Benar. Input NIK," katanya sewaktu dihubungi terpisah Kompas.com, Jumat (4/9/2020). Adapun ID DTKS adalah ID Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Ujang mengatakan ID DTSK merupakan Nomor Unim ID data terpadu kesejahteraan sosial. Biasanya itu tersimpan di dinas sosial kabupaten kota. Jika tidak mempunyai, maka bisa memilih opsi NIK atau Nomor Induk Kependudukan. "Bisa juga isi dengan nomor Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS)," katanya lagi.

Berikut ini langkah-langkah selengkapnya:


Buka laman https://cekbansos.siks.kemsos.go.id Pilih ID Kepesertaan yang diinginkan. Masukkan Nomor Kepesertaan dari ID yang dipilih. Masukkan Nama yang sesuai dengan ID yang dipilih. Masukkan dua kata yang tertera dalam kotak box captcha. Klik "Cari".

Ujang mengatakan setelah itu akan muncul keterangan nomor ID yang diinput itu ada atau tidak ada di DTKS.


"Selain itu juga bagaimana status BST-nya apakah penerima (BST) atau bukan," kata Ujang.

2 Jenis BST

Adhy menjelaskan ada 2 jenis BST, yaitu BST reguler dan tambahan. BST reguler diberikan 2 periode, yakni:

April-Juni 2020 sebesar Rp 600.000 per bulan

Juli-Desember sebesar Rp 300.000 per bulan

Dia mengatakan BST diberikan untuk 9 juta KPM yang bukan penerima PKH dan program kartu sembako melalui PT POS dan bank. Lalu, lanjutnya, ada BST tambahan yang hanya sekali transfer. Inilah yang diberikan mulai bulan September ini. "Besarnya Rp 500.000 tapi diberikan kepada penerima kartu sembako yang bukan penerima PKH," kata dia.

Syarat penerima BST

Adhy mengatakan, bansos BST ini memiliki syarat bagi penerima yakni keluarga tersebut telah terdaftar sebagai penerima kartu sembako baik peserta lama maupun masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain itu, ada juga syarat utama bansos Dinas Kemensos (Dinkemensos), seperti PKH. "Syarat utama penerima bansos Dinkemensos seperti PKH yakni kartu sembako pasti terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), kecuali BST khusus penanganan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Covid," kata dia. Menurutnya, jika suatu keluarga belum terdaftar dalam DTKS, sementara saat pandemi Covid-19 muncul keluarga miskin baru yang terus bertambah karena dampak PHK dan masyarakat yang belum punya NIK. Maka, Pemda bisa mengusulkan keluarga tersebut untuk mendaftar kartu sembako. Untuk mengecek apakah Anda terdaftar dalam kartu sembako dapat melalui tautan https://cekbansos.siks.kemsos.go.id. Dalam aplikasi itu, Anda diminta memilih ID, dan mengisikan nomor ID atau NIK, serta nama ART. Nantinya akan keluar penerima bansos dan apa saja bansos yang diterima. Sedangkan, jika ingin mengecek keterdaftaran kartu sembako secara langsung dapat mengunjungi Dinsos Kabupaten/Kota mengenai ketersediaan data.

Mekanisme pelaksanaan BST

Sementara itu, terkait mekanisme pencairan, Adhy menjelaskan, proses administrasi dari penetapan bank pada 16 Agustus 2020. Kemudian, Kemensos menansfrer ke bank penyalur pada 23 Agustus 2020. Adapun masyarakat penerima bansos menerima bantuan BST pada 27 Agustus 2020. Namun, saat ini belum semua masyarakat mendapatkan bantuan BST. Adhy mengatakan, penyaluran bansos BST diharapkan rampung pada pekan depan. "Diharapkan minggu besok sudah selesai semua," imbuh dia.

Sementara, BST reguler dan kartu sembako akan terus disalurkan tiap bulannya hingga Desember 2020.

sumber : kabarmakkah.com

Hanya Dijatah Suami 20 Ribu untuk Belanja Seminggu, Yuni: Syukurin Aja, Hemat Pangkal Kaya!

 Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan konten yang memperlihatkan seorang istri yang membagikan pengalamannya dalam berumah tangga.

Video yang diunggah oleh akun @yuniyantisuherman menunjukkan seorang istri yang diberikan jatah uang belanja senilai Rp 20.000 untuk satu minggu. Selanjutnya, Yuni memutar otak bagaimana caranya dengan uang tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Syukurin aja sih, kenyang juga kan," tulis Yuni dalam keterangan konten yang ia buat. Dalam video yang diunggahnya, dua uang kertas sepuluh ribuan ia jejerkan di atas amplop berwarna coklat. "Dijatah 20 K sama suami. 




Hemat pangkal kaya gaes" kata dia seperti tulisan yang ia tempelkan di videonya. Lantas, ia membagikan sejumlah foto makanan sehari-hari yang dikonsumsinya selama seminggu dengan modal Rp20 ribu tadi. Sontak warganet dibuat ngakak lantaran Yuni hanya memakan tempe namun berbeda cara mengolahnya. Terpantau dalam video itu, hari Senin makannya tempe kering, Selasa tempe kemul, Rabu-Kamis keripik tempe dan mendowan, Jumat tempe bacem, dan Sabtu-Minggu orek tempe. Sejak video itu dibuat Sabtu (22/08/2020), konten tersebut telah ditonton hingga 800 ribu lebih pasang mata.

Hanya Dijatah Suami 20 Ribu untuk Belanja Seminggu, Yuni: Syukurin Aja, Hemat Pangkal Kaya!

Tidak hanya satu video, Yuni kembali curhat tentang nafkah dari suaminya sehari berselang. Kali ini, ia mengatakan kalau suaminya memberi tambahan uang tetapi hanya Rp10 ribu. "Suami cuma nambah 10 K, jadi 1 minggu 30 K," katanya. Kendati tak seberapa, ia merasa tetap harus bersyukur selagi masih mendapat nafkah dari suaminya. Adapun makanan selama seminggu dalam video kedua itu, hanyalah telur yang diolah secara berbeda hari demi hari. 

Netizen pun mengapresiasi langkah kreatif Yuni yang masih bisa memanfaatkan uang belanja hanya Rp20 ribu untuk masak seminggu dengan beragam menu meski yang diolah hanya tempe. Namun, ada juga beberapa netizen yang mengusulkan menu lain dengan uang belanja hanya Rp20 ribu selama seminggu. "20 ribu cukup untuk masak sayur + tempe/tahu/ikan asin, kadang masih sisa buat beli bumbu dapur. Irit buat masak mah segitu cukup ngaturnya," komentar Eka Ayu. "Kalau aq 20K dalam sehari suami q bisa makan rendang, soto, kari, sambel matah, seblak jeletot, dalam kemasan indomie," sahut Fatmawati.

"Seminggu what? Ya kali tuh tempe gak digoreng pake minyak ama cabe bawang nanem sendiri," timpal Zahra.

sumber: kabarmakkah.com

Bikin Haru! 10 Tahun Menabung, Pengamen Ini Daftar Haji Bersama Ibunya

 Sejumlah calon jamaah haji punya pengalaman unik terkait panggilan untuk bisa menyempurnakan rukun Islam. Ada yang landai, namun tidak sedikit yang mengejutkan. Seperti yang terjadi di Probolinggo. Adalah Slamet Efendy (30), seorang pengamen yang kini tercatat sebagai calon haji. Tidak sendiri, warga Dusun Krajan RT 03/RW 03 Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Probolinggo itu juga memberangkatkan ibunya yang bernama Atminah (57) ke Mekkah.



Slamet mengatakan setoran awal setiap orang kini Rp 25 juta. Untuk berangkat bersama ibunya, Slamet telah menyetorkan uang Rp 50 juta ke Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang didapat dari tabungan yang ia kumpulkan dari hasil mengamen di jalanan.

"Saya ingin berangkat haji ke Mekkah bersama ibu. Semoga berangkatnya bisa bersamaan," kata Slamet, Sabtu (5/9/2020). Slamet mengaku telah mendaftarkan ibunya untuk berhaji pada tahun 2018 silam, sedangkan dirinya baru mendaftar pada tahun 2020 ini. "Alhamdulillah saya daftarkan haji ibu pada Tahun 2018 lalu. Sedang untuk pendaftaran haji saya pada Kamis (3/9) kemarin. Uang pendaftaran itu saya kumpulkan 10 tahunan," tambahnya. Ia menjelaskan, dari mengamen itu setiap harinya dia mendapat uang untuk ditabung. "Pendapatan mengamen tidak tentu. Sehari kadang Rp 50 ribu, kadang Rp 70 ribu. 

Dari hasil itu, setiap hari saya tabung Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu," jelasnya. Kini Slamet dan ibunya resmi tercatat sebagai calon haji Kabupaten Probolinggo. Untuk bisa melunasi kekurangan ongkos haji bersama ibunya, Slamet akan kembali menabung dengan jalan mengamen. "Nanti pelunasan akan dikabari Kemenag. Kalau sudah mau berangkat harus lunas. Ini nabung lagi agar ketika dikabari Kemenag, saya siap melunasi," tandasnya. Tetangganya yang bernama Yuyun mengatakan jika Slamet sejak kecil telah ditinggal oleh ayahnya karena meninggal. Slamet kemudian memutuskan berhenti sekolah di saat duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD). Menurutnya, Slamet dikenal sebagai orang yang memiliki keinginan besar untuk membahagiakan ibunya. Slamet juga dikenal sosok religius karena setiap kegiatan keagamaan selalu aktif hadir di majelis taklim atau pengajian di desanya.

"Slamet tidak bisa baca tulis. Jadi saat Slamet mendaftarkan diri untuk mendapatkan porsi haji, ia mengajak saya," kata Yuyun.

sumber : kabarmakkah.com

Waspada, Pengedar Uang Palsu Kini Menyasar Warung Kecil, Beraksi Saat Ramai Pembeli

 Seorang penjual nasi uduk di Jalan Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, bernama Mala (42) menjadi korban peredaran uang palsu (upal), Selasa (25/8/2020) kemarin malam. Adik korban, Kurnia (36) mencerirakan bahwa kakaknya menerima Upal pecahan Rp 50 ribu dari pria yang membeli dua bungkus nasi uduk seharga Rp 25 ribu. "Harga dua bungkus nasi uduk itu Rp 20 ribu, jadi pelakunya dapat untung Rp 30 ribu dari kembalian. Kata kakak saya pelakunya satu orang," kata Kurnia di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020). Warung kakaknya sendiri hanya dibuka pada malam hari, yakni dari pukul 19.30 WIB hingga 03.00 WIB. Kondisi warung yang cukup rami menyebabkan Mala tak sempat mengecek upal yang diterimanya.



"Jadi modus pelaku itu belanja pas lagi ramai pembeli. Biar pas bayar kakak saya enggak sadar kalau itu uang palsu. Pas lagi menghitung uang baru kakak saya sadar," ujarnya.

Kurnia menuturkan Upal pecahan Rp 50 ribu yang diterima kakaknya dari pelaku berbahan tipis dan mudah sobek, warna gambarnya pun lebih pudar. Uang palsu tersebut seperti dicetak oelh seorang amatiran dengan printer dan kertas biasa. Terlihat dari bercak tinta yang luntur saat dipegang dalam kondisi tangan basah. Selain itu tidak terdapat benang pengaman sebagaimana uang asli. "Selama lima tahun dagang di sini baru satu kali ini kejadian, sebelumnya enggak pernah. Tapi kakak saya enggak lapor polisi, karena enggak ada CCTV di sekitar sini," tuturnya.

Dua Kali Dalam Sepekan

Uang palsu (upal) kembali marak beredar di masyarakat. Bahkan, ditemukan dua kasus serupa di seputar Jakarta Timur dalam waktu kurang dari sepekan. Temuan pertama menimpa Pedagang Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/8/2020) siang. Seorang wanita berinisial SDS diamankan pedagang setelah berbelanja menggunakan upal senilai Rp 235 ribu. Kemudian, giliran penjual nasi uduk di Pasar Rebo yang jadi korban. Dua bungkus nasi uduk seharga Rp 25 ribu ditukar seseorang pria tak dikenal, menggunakan selembar upal Rp 50 ribu. Kurnia (36) seorang adik korban bernama Mala (42) menceritakan modus yang menimpa kakaknya sama seperti pada kasus upal di Pasar Deprok. "Kalau yang di Jalan Raya Tengah ini setahu saya korbannya kakak saya saja. Tapi modusnya mirip sama yang di Pasar Deprok," kata Kurnia di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020). Kesamaan keduanya pelaku menyasar pedagang kelas kecil dengan pecahan uang Rp 50 ribu cetakan lama, dan mengambil untung dari kembalian.

Beda dengan pelaku peredaran uang palsu umumnya yang menggunakan uangnya dengan membelanjakan barang-barang mahal.

"Kalau yang kasus kakak saya pelaku ambil untung Rp 30 ribu dari kembalian. "Mungkin sama ya modusnya sama yang di Pasar Deprok, saya lihat kasusnya di berita," ujarnya. Bedanya pelaku yang menipu Mala berhasil melarikan diri karena terlambat menyadari uang diterimanya palsu akibat sibuk melayani pembeli.

Komplotan Pengedar Upal Diburu

Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menuturkan pihaknya masih memburu komplotan pengedar uang palsu di Pasar Deprok. Pasalnya perempuan berinisial SDS (21) yang sudah jadi tersangka mengaku beraksi bersama dua temannya saat menipu pedagang Pasar Deprok. Namun dua temannya berhasil melarikan diri saat SDS diamankan sejumlah pedagang lalu digelandang ke Mapolsek Jatinegara. "Pengakuan tersangka dia mendapat uang palsu sebanyak Rp 900 ribu dari seseorang yang dikenal lewat Facebook. Komplotan ini mencari untung lewat uang kembalian," tutur Darmo. SDS yang mendekam di tahanan Mapolrestro Jakarta Timur dijerat pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wanita Muda Dapat Uang Palsu dari Kenalan Facebook Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menjelaskan awal mula wanita berinisial SDS (21) memperoleh uang palsu, sebelum diedarkan di Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (25/8/2020) lalu. Awalnya, SDS berkenalan dengan seorang pria berinisial S melalui jejaring sosial Facebook.

"Setelah janjian, mereka bertemu di Kota Tua, Jakarta Barat."

"Tersangka juga membawa temannya 2 orang yang sekarang masih DPO," ungkap Darmo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020). Dari pertemuan tersebut, S kemudian memberikan 18 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 900 ribu, kepada wanita yang tercatat berdomisili di Muara Angke, Jakarta Utara tersebut. Selain memberikan kepada SDS, pria itu juga memberikan sejumlah lembaran uang palsu kepada dua orang teman SDS yang masih buron. "Setelah itu mereka bertugas untuk berbelanja di Pasar Deprok, untuk menukar uang palsu dengan uang asli dengan cara membeli barang," tuturnya. Darmo menjelaskan, SDS yang membawa dua orang temannya, patut diduga sebagai komplotan lantaran mereka juga membawa uang palsu tersebut. "Dua orang masih kami lidik. Kami duga mereka komplotan karena dua orang juga bawa uang palsu," jelas Darmo. Pelaku yang masih remaja tersebut akan dikenakan Pasal 245 KUHP tentang mengedarkan uang palsu kepada masyarakat, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sengaja Beli Barang Murah

Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menjelaskan, SDS bersama dua rekannya yang masih buron, sengaja membeli barang murah di Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur. Modus tersebut sengaja dilakukan untuk menukarkan selembar uang palsu senilai Rp 50 ribu dengan kembalian berupa uang asli. "Mereka sengaja beli barang murah agar nantinya mendapatkan kembalian uang asli," ucap Darmo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020). Setelah berbelanja, sosok pria berinisial S yang memberikan uang palsu kepada SDS dan dua temannya, meminta pembagian hasil atas kembalian berupa uang asli setelah mereka berbelanja di Pasar Deprok. Komplotan pengedar uang palsu lain biasanya menukarkan uang palsu dengan cara membeli barang mahal, tak demikian dengan komplotan S yang juga masih buron. "Kayaknya modus baru, biasanya kan orang membeli barang dengan uang palsu." "Kalau ini modusnya uang kembalian yang diambil," ujarnya. Sebelum ditangkap, S mengaku telah berbelanja sebanyak Rp 235 ribu setelah membeli seprai dan bumbu masak. Sehingga, ia baru mengedarkan uang palsu sebanyak 5 lembar pecahan Rp 50 ribu. "Pelaku membawa 13 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, jadi jumlahnya Rp 600 ribu." "Sedangkan dia baru menukar 5 uang palsu senilai Rp 250 ribu." "Ada uang Rp 15 ribu kembalian uang asli yang dipegang dan rencananya akan dibagi dua dengan S," papar Darmo. Polisi masih menyelidiki keberadaan S dan dua wanita lainnya, atas perbuatan mengedarkan uang palsu ke masyarakat. Sayangnya, SDS mengaku tak mengetahui tempat tinggal S, lantaran hanya berkenalan di jejaring sosial Facebook, dan baru sekali berjumpa di Kota Tua saat memberikan uang palsu tersebut. "Hubungannya kenalan dari Facebook." "Tersangka enggak tahu apa kerjaannya Si S ini, begitu juga dengan alamat rumahnya." "Setelah ketemuan terus disuruh belanja pake uang palsu, begitu saja," paparnya. Sebelumnya, wanita muda berinisial SS (21) diamankan pedagang Pasar Deprok, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, lantaran diduga berbelanja menggunakan uang palsu. Sawijah (57), pedagang pakaian dan seprai menerangkan, awalnya SS mendatangi tokonya untuk menanyakan harga seprai. "Awalnya dia ke toko saya, mau beli seprai." "Saya bilang harganya Rp 250 ribu," kata Sawijah di lokasi, Selasa (25/8/2020). SS kemudian menawar harga barang menjadi Rp 200 ribu. Sawijah menyepakatinya dan transaksi pun terjadi. Sayangnya, ia tak meneliti uang palsu sebesar Rp 200 ribu yang dibayarkan oleh SS. "Awalnya saya enggak tahu. Habis bayar dia pergi." "Enggak tahunya ada orang-orang rame, katanya pengedar uang palsu ditangkep," ujarnya. Ketika ia melihat wajah pelaku, Sawijah terkejut, lantaran perawakan pelaku mirip seperti wanita yang baru saja membeli seprai di tokonya. "Wah kok mukanya sama, berarti saya kena dong." "Saya cek uangnya, ternyata memang bahannya beda, kalau yang asli agak kasar, uang yang dikasih lebih halus teksturnya," tutur Sawijah. Adalah pedagang bernama Sumarni (56) yang awalnya menyadari uang yang ditukarkan SS dalam bentuk barang belanjaan, merupakan uang palsu. "Dia belanjanya sih cuma Rp 5 ribu, beli bumbu masak." "Ngasih uang Rp 50 ribu, saya kasih kembaliannya." "Setelah dia pergi, pas mau saya pegang uangnya halus banget, padahal bukan uang baru," ungkapnya. Meski secara ukuran hampir sama dengan yang asli, uang palsu yang diedarkan SS berwarna sedikit lebih buram dan bertekstur lebih halus. Ia pun langsung memberitahu pedagang lainnya. "Saya suruh kejar pedagang lain, ternyata dia udah belanja di tiga toko." "Totalnya Rp 500 ribu, yang Rp 250 lagi dia belanja sosis," beber Sumarni. Lantaran khawatir diamuk massa, SS yang mengaku berbelanja bersama dua temannya, langsung diamankan warga di pos penjagaan pasar. Saat diamankan, ia hanya tertunduk dan tak melakukan perlawanan.

Petugas kepolisian kemudian mengamankan pelaku ke Mapolsek Jatinegara. (abs/*)a