Tampilkan postingan dengan label Viral. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Viral. Tampilkan semua postingan
Padahal Hanya Minta Dinafkahi, Istri Malah Dibacok Suaminya Hingga Jarinya Putus

Padahal Hanya Minta Dinafkahi, Istri Malah Dibacok Suaminya Hingga Jarinya Putus

Ketika ijab kabul diucapkan, maka pada saat itu juga suami mengemban tanggungjawab terhadap istrinya. Terutama soal nafkah lahir dan batin.

Namun apa daya, jangankan nafkah lahir, semenjak dinikahi pada 2015 lalu MY (21) malah kerap dihadiahi pukulan oleh suaminya, Mukidi (25).

Tak ada kebahagiaan yang diberikan, justru hanya penderitaan.




Tapi MY memilih tetap bertahan dan bersabar, karena percaya suaminya akan segera berubah.

Namun itu hanya menjadi angan semata.

Bahkan pada 16 September tengah malam lalu, ketika dirinya meminta sang suami untuk bekerja agar dapat memenuhi kebutuhan, suaminya kembali melakukan tindak KDRT.

Kali ini bahkan menggunakan alat senjata tajam berupa golok.

Suami kejamnya itu masuk ke rumah dan langsung menghayunkan golok ke kepalanya sebanyak dua kali.

Selanjutnya, Mukidi ingin membacok bagian leher namun berhasil MY tangkis hingga mengakibatkan satu ruas jarinya putus, melansir Tribunnews.com.

Korban yang tak sanggup lagi akhirnya memilih melaporkan suaminya ke polisi.

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

Hanya Karena Gak Diberi Uang, Anak Durhaka Ini Tega Pukuli Ayahnya dan Bacok Pamannya yang Mencoba Untuk Melerai

 Akibat penganiayaan itu, ayahnya, Ahmad Murzi (50), terluka di wajah dan bibir. Sementara pamannya, Syahrial, mengalami luka bacok di bagian kaki kanan.

Seorang pemuda di Serdang Bedagai, Sumut, gelap mata hanya karena tidak diberi uang. Dia memukuli ayahnya dan membacok pamannya yang coba melerai.

Pemuda yang menganiaya ayah dan pamannya bernama Ahmad Fadli alias Fadli (19).

“Penganiayaan itu dilakukan di rumah mereka di Dusun III, Desa Senah, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Sedang Bedagai, Senin (21/9) sekitar pukul 17.30 WIB,” kata Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robinson Simatupang kepada wartawan, Rabu (23/9).



Akibat penganiayaan itu, ayahnya, Ahmad Murzi (50), terluka di wajah dan bibir. Sementara pamannya, Syahrial, mengalami luka bacok di bagian kaki kanan.

Robinson menjelaskan, peristiwa itu diawali pertengkaran antara Fadli dengan ayahnya. Pemuda itu marah-marah karena tidak diberi uang.

“Pelaku tiba-tiba langsung memukuli membabi-buta beberapa kali sehingga mengenai bibir dan mengalami luka serta mengeluarkan darah,” ungkapnya.

Murzi yang ketakutan akhirnya kabur ke rumah adiknya, Syahrial, yang juga di desa yang sama. Di sana dia menceritakan perbuatan putranya.

Syahrial kemudian menemani abangya pulang. Namun, setibanya di depan pintu, Fadli langsung memukul wajah ayahnya.

Sahrizal coba melerai. Namun, Fadli mengambil parang dari belakang rumah. Dia membacok kaki kanan pamannya.

Kedua korban kemudian mundur, sedangkan Fadli mengunci semua pintu rumah. Dia menghunus sebilah parang sambil mengancam siapa saja yang nekat masuk ke rumah.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Kepala Desa Sena dan diteruskan ke Polsek Perbaungan. Sekitar pukul 00.30 WIB, Fadli diamankan.

“Kita juga mengamankan barang bukti sebilah parang dengan gagang berwarna hitam,” tutup Robinson.

Sumber: palingseru

Janda 3 Anak ini Hidupnya Memilukan Tinggal di Gubuk Samping Kuburan Suami Ular dan Kalajengking Sering Masuk Rumahnya

Janda 3 Anak ini Hidupnya Memilukan Tinggal di Gubuk Samping Kuburan Suami Ular dan Kalajengking Sering Masuk Rumahnya

 Nuraini janda 3 anak tinggal di rumah reot samping makam suami
Janda tiga anak ini hudpunya sungguh meprihatinkan dirinya bersama anak anaknyaharus tidur disebuah gubuk dan ditemnai kuburan sang suami.

Nuraini  janda tiga anak selama tiga tahun harus tinggal ditempat yang sebenarnya gak layak huni di di bilangan Kampung Jaletreng, Serpong, Tangerang Selatan.

Kondisi rumahnya sebenarnya bisa dikatakan tidak layak huni, atapnya yang terbuat dari genteng sudah terlihat renggang dan ada yang ditutup dengan terpal sudah pasti jika hujan bocor.

Lalu dari pintu depan, rumah non-permanen itu langsung terlihat spring bed usang cukup besar.




Alasnya sudah ada yang terlapisi coran semen sebagian.

Namun saat memasuki bagian belakang, dapur dan kamar mandi, kondisinya mengenaskan.

Alas tanah, perkakas yang sudah rusak banyak diletakkan begitu saja.

Atap kamar mandi bahkan sudah tidak tertutup karena bangunan miring asbab diterpa angin.


Sebelum tinggal digubuk reot ini Nuraini beserta keluarganya sempat tinggal di rumah mertua, namun rumah itu harus di jual lantaran untuk memenuhi kebuthan keluarga.

Setelah rumah dijual Nuraini tinggal di gubuk yang dulunya dijadikan tempat berteduh jika usai selesai berladang, karena suaminya kerja serabutan dan tak mampu biaya kontrak akhirnya gubuk itu mereka jadikan rumah seadanya untuk tinggal.

“Tadinya kan tani, kan pohon kacang buat neduh.

Karena suami saya enggak punya uang enggak kerja jadi dijadiin rumah,” ujar Nuraini.

Pada 21 Agustus 2020 lalu, sang suami meninggal dunia dan dimakamkan persis di sebelah rumah reot itu.

Selama 4 Tahun tinggal dirumah yang tak layak hunui keluarga mereka sering kedatangan tamu hewan hewan berbahaya seperti ular dan kalajengking.

Nuraini sempat mendengar rumahnya akan dipugar pemerintah kota Tangsel, dan iapun bersedia.

“Niatnya mau dirapihin sama keluarga, kalau ada uang.

Nanti mau ditambal triplek. Keluarga saya juga sama ekonominya,” ujarnya.

sumber : palingseru.com

Suami Pura Pura Terjangkit Corona Agar Bisa Nikah Lagi Dengan Kekasih Simpanan

Suami Pura Pura Terjangkit Corona Agar Bisa Nikah Lagi Dengan Kekasih Simpanan

 Demi nikah lagi bebrbagai cara dilakukan oleh pria ini salah satunya pura pura terpapar Covid 19 kepada Istrinya.

Betapa bingungnya hati istri ketika ditelpon suamninya dan memberitahu jika si suami kini sedang postif Corona.

Nah hal inilah yang dirasakan sorang istri di India, ia mendapatkan kabar dari suaminya bernaa Mishra jika dirinya terpapar virus mematikan itu dan ingin mengakhiri hidupnya.




Panik mendengar kabar buruk istri Mishra kemudian mnghubungi keluarga Mishra untuk meminta pertolongan namun keluarga memyaraknkan untuk melapor polisi.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh polisi akhirnya diketahui jika Mishra berbohong telah positif covid 19, terungkap pula alasan ia bebohong ternyata mau kabur demi bisa nikah lagi dengan selingkuhannya.

Tak hanya sampai disitu ketika istri pergi ke pruahaan tempat Mishra bekerja juga terungkap masalah baru dirinya sudah dipceat karena

Akhirnya, setelah berbicara dengan beberapa temannya, mereka tahu bahwa dia telah berselingkuh.

“Kami mengirim tim ke lokasi terakhirnya, di mana kami mendapatkan sepeda motor dan kuncinya, tas punggung yang dia bawa untuk bekerja, dan helm,” kata seorang petugas polisi dikutip dari Indian Express, Kamis (24/9/2020).

Mishra dipecat dari pekerjaannya karena terlibat dalam penipuan keuangan baru-baru ini. Dia telah berselingkuh selama beberapa tahun dan ingin menyingkirkan istri dan putrinya. Ia pun merencanakan penyakitnya dan terkesan seperti melakukan upaya bunuh diri.

Polisi akhirnya melacak Mishra ke kota Indore, di mana dia dilaporkan tinggal bersama kekasihnya. Pria 28 tahun itu berharap keluarganya menganggap dirinya sudah mati.

sumber : palingseru.com

Curhatan Wanita ini Viral, Suaminya Pilih Cerai Daripada Memberi Nafkah Rp 1 Juta per bulan Untuk 2 Anak

Curhatan Wanita ini Viral, Suaminya Pilih Cerai Daripada Memberi Nafkah Rp 1 Juta per bulan Untuk 2 Anak

 Baru-baru ini media sosial viral soal curhatan wanita yang diceraikan suaminya gegara meminta nafkah Rp 1 Juta perbulan.

Rupanya wanita itu mengaku meminta nafkah sebesar itu lantaran sudah memiliki dua anak.

Sebelumnya, ia mengaku tak diberi nafkah oleh suaminya hingga harus dibantu ayahnya, namun semenjak ayahnya sakit, ia tak bisa lagi mendapatkan bantuan keuangan.

Kisah itu diunggah oleh akun TikTok @khoirohummah, Jumat (18/9/2020)

Video curahan hati (curhat) yang menjadi viral tersebut telah ditonton sebanyak 2 juta kali.

“Punya mantan suami, entah gua keterlaluan apa gimana.

Cuma gara-gara gua kasih pilihan.

Pilih mundur apa kasih nafkah 1 juta perbulan untuk 2 anak.

Karna gua cape udah nikah minta makan sama bokap gua.

Dan dia memilih nyerah dan mundur.

Dan disitulah cerita ending perceraian terjadi,” tulis pengunggah.

Saat dihubungi, perempuan bernama Ummah (27) itu menyampaikan cerita di balik unggahannya.

Ibu rumah tangga asal Bogor, Jawa Barat, ini mengaku menikah dengan mantan suami pada 2014 silam.

Keduanya bercerai pada 2017, setelah Ummah memberikan pilihan mundur atau memberi nafkah Rp 1 juta itu.

Ia mengatakan, mantan suaminya itu tak pernah memberikan nafkah padanya.

Ummah baru mendapat sejumlah uang, saat tengah mengandung dan tak lagi bekerja.

“Dari setelah nikah memang enggak pernah dikasi gaji sama dia,” ungkapnya kepada Tribunnews.com, Senin (21/9/2020).

“Mungkin dia menyepelekan nafkah, karena aku juga bekerja.”

“Setelah hamil dan enggak punya pemasukan, dia sempat ngasih tapi enggak seberapa.”

“Kadang Rp 10 ribu, Rp 15 ribu. Enggak rutin setiap hari,” jelas Ummah.

Dirinya berujar, mendapat bantuan dari orangtua saat masih bersama sang mantan suami.

“Aku bisa bertahan saat enggak kerja, karena masih ada bapak aku yang bantu.”

“Dia kasih aku Rp 20 ribu sehari, jadi aku masih bisa bersyukur saja,” ungkapnya.

Mantan suaminya itu juga sering membeli barang yang bukan untuk kebutuhan rumah tangga.

Bahkan, biaya lahiran anak kedua Ummah saat itu harus dibantu oleh ibu mertuanya.

“Aku suruh nabung untuk melahirkan, uangnya pun malah untuk beli PC komputer.”

“Aku tanya untuk apa, dia hanya jawab cuma untuk main game, bukan karena ada usaha.”

“Akhirnya biaya lahiran pun dari ibu mertua,” terang perempuan itu.

Sebelum terjadi perceraian, Ummah sempat bekerja lagi demi kebutuhannya dan sang anak.

Saat itu, ia masih berharap sikap suaminya saat itu berubah menjadi lebih baik.

“Setelah melahirkan, aku kerja lagi karena kebutuhan gede,” katanya.

“Aku enggak minta cerai dari awal, karena ada bapak yang bantu.”

“Berharap dengan adanya anak kedua, dia akan sadar,” imbuh dia.

Ummah lalu meminta suaminya saat itu untuk memberikannya nafkah.

Ia pun mencurahkan semua keluhannya selama menikah.

“Saat itu bapak aku jatuh sakit, di situ dia sudah enggak bisa bantu aku lagi.”

“Aku menuntut suami karena aku udah buntu. Aku bilang selama menikah enggak pernah dapat nafkah.”

“Untuk kali ini aku minta Rp 1 juta per bulan, karena anak sudah dua,” jelasnya.

Namun, suaminya saat itu tak menghiraukan permintaannya.

Ummah pun sudah tak tahan lagi, dan akhirnya memberikan dua pilihan tersebut.

“Sampai emosi meledak saya marah sejadi-jadinya, dan bikin pertanyaan.”

“Aku berharap dia jawab, diusahain atau apa. Tapi dia milih pergi,” ungkapnya.

“Sampai sekarang pun anaknya enggak diingat sama dia,” pungkas Ummah.


sumber : palingseru.com 

Demi Dapatkan Uang Asuransi, Suami Tega Dorong Istrinya yang Sedang Hamil ke Jurang

Demi Dapatkan Uang Asuransi, Suami Tega Dorong Istrinya yang Sedang Hamil ke Jurang

 Percaya tidak percaya, uang bisa membuat seseorang gelap mata dan kehilangan akal sehatnya. Peristiwa berikut ini menjadi salah satu gambarannya. Dimana seorang suami nekat mendorong istrinya ke dalam jurang demi mendapatkan uang asuransi.




Untuk memuluskan aksinya ini, seperti dilansir tribunstyle.com, Ahn Du, nama suami kejam tersebut, berpura-pura mengajak istrinya yang bernama Vuong untuk jalan-jalan ke Taman Nasional Pha Taem, Thailand.

Dari perjalanan hingga di lokasi wisata, Ahn Du bersikap begitu manis kepada istrinya. Dia memanja-manjakan istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka.

Bahkan di lokasi terakhir, di tepi sebuah jurang, Ahn Du masih berpura-pura memanjakan istrinya dengan memeluknya dari belakang, mengelus calon bayi mereka yang berusia 3 bulan, serta menciumnya dengan penuh gairah, sebelum akhirnya dengan sengaja mendorong istrinya sambil berkata, “Mati kamu!”.


Polisi menunjukkan jurang lokasi tempat Du sengaja mendorong istrinya
Sekira empat puluh menit berlalu, Du pergi meninggalkan lokasi, karena menganggap istrinya telah tewas.

Namun jauh dari bayangannya, istrinya ternyata berhasil selamat berkat dahan pohon, meski alami luka parah dan kehilangan janin di dalam kandungannya.

Kehidupan Vuong inilah yang akhirnya menguak motif kejahatan Du, dan menghantarnya ke sel tahanan. Du dijatuhi hukuman seumur hidup sebagai bentuk pertanggungjawaban dari perbuatan kejinya itu.

sumber : palingseru.com

Viral! Liang Kubur Ini Malah Mengeluarkan Api Ketika Sedang Digali

Viral! Liang Kubur Ini Malah Mengeluarkan Api Ketika Sedang Digali

 Bak sinetron azab, sebuah liang kubur mengeluarkan api.

Inilah video yang tengah menghebohkan kalangan pengguna media sosial Twitter, setelah videonya diunggah oleh pemilik akun Gege atau @hokagege.

“Kuburan siapa nih? baru digali udah keliatan nerakanya,” demikian tulis keterangannya, yang semakin mengundang perhatian khalayak Twitter.



Dalam video singkat itu, terdapat seorang penggali kubur berada di dalam liang kubur, yang sedang ingin menyelesaikan tugasnya.

Namun saat cangkul diarahkan ke tanah di depannya, tiba-tiba saja muncul percikan api.

Si penggali kubur yang kaget dan panik lantas menimbunnya dengan menggunakan tanah.

Tapi bukannya segera padam, malah kembali muncul api lain, bahkan kali ini semakin membesar.

Sang penggali yang ketakutan pun sontak menyerah, mengajukan satu tangannya kepada rekannya sebagai simbol untuk ditolong, diangkat ke atas permukaan.

Meski dibuat bergidik ngeri, nyatanya tak sedikit warganet yang justru berasumsi jika api itu adalah buatan atau direkayasa.

“Besar kemungkinan, api tersebut berasal dari benda yg dibakar secara sengaja dan diletakkan di dalam galian tersebut, bukan magical fire yang muncul begitu saja atau semacamnya,” komentar salah seorang netizen, melansir banten.suara.com.

sumber: palingseru.com

Gara-gara Sering Minum Kopi di Warung Ibunya, Gadis 18 Tahun Nikahi Duda 66 Tahun

Gara-gara Sering Minum Kopi di Warung Ibunya, Gadis 18 Tahun Nikahi Duda 66 Tahun

 “Jodohku dijemput di warung kopi ibu”, mungkin seperti itulah kira-kira bunyi kalimat kisah percintaan Nur Nasirah Mohd Nazri dengan suami lansianya bila dijadikan sebagai judul sinetron.

Ya, ada hal unik dan menarik memang dari pernikahan Nasirah dengan suaminya. Selain lokasi pertemuan mereka, yakni di warung kopi ibunya, Salma Abdullah (42) di Paka, sebuah kota pantai di Terengganu, Malaysia. Juga perbedaan usia diantara mereka.



Perbedaan usia Nasirah dengan suaminya, Ismail Lombok, bukan lagi 10 – 15 tahun, melainkan 48 tahun.

Sedikit aneh dan jadi pertanyaan besar tentunya. Apalagi, Nasirah sendiri sangat muda dan memiliki paras yang sungguh cantik. Sehingga dia bisa mendapatkan jodoh yang sama muda dan juga berparas tampan.

Tapi kembali lagi, inilah jodoh, rahasia Tuhan.

Nasirah pun menampik semua asumsi orang-orang terhadapnya yang hanya ingin menguasai harta Ismail yang merupakan pensiunan perusahaan perkebunan.

“Meskipun usia kami jauh berbeda namun saya menikah dengan dia karena saya menyukainya, bukan karena uang atau utang budi,” tuturnya.

Nasirah mengaku, perwatakan duda delapan anak itu yang berhasil meluluhkan hatinya. Di matanya, Ismail adalah orang yang jujur, lembut, dan penuh perhatian.

“Biar apa kata orang, saya terima dia apa seadanya, dia begitu peduli dan menyayangi saya sepenuh hati. Setelah kami direstui keluarga, kami menikah dengan cara yang sah, ikut adat. Hanya jarak usia saja yang berbeda dan itu bukan penghalang cinta kami,” ucapnya.

Nasirah dan suaminya Ismail melangsungkan akad nikah pada 18 Maret lalu di rumah pengantin pria di Jalan Santong, Paka, sekitar jam 10.30 malam, dengan uang hantaran sebanyak RM 7,000, seperti dilansir dream.co.id.

source: palingseru.com

Hanya Dijatah Suami 20 Ribu untuk Belanja Seminggu, Yuni: Syukurin Aja, Hemat Pangkal Kaya!

 Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan konten yang memperlihatkan seorang istri yang membagikan pengalamannya dalam berumah tangga.

Video yang diunggah oleh akun @yuniyantisuherman menunjukkan seorang istri yang diberikan jatah uang belanja senilai Rp 20.000 untuk satu minggu. Selanjutnya, Yuni memutar otak bagaimana caranya dengan uang tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Syukurin aja sih, kenyang juga kan," tulis Yuni dalam keterangan konten yang ia buat. Dalam video yang diunggahnya, dua uang kertas sepuluh ribuan ia jejerkan di atas amplop berwarna coklat. "Dijatah 20 K sama suami. 




Hemat pangkal kaya gaes" kata dia seperti tulisan yang ia tempelkan di videonya. Lantas, ia membagikan sejumlah foto makanan sehari-hari yang dikonsumsinya selama seminggu dengan modal Rp20 ribu tadi. Sontak warganet dibuat ngakak lantaran Yuni hanya memakan tempe namun berbeda cara mengolahnya. Terpantau dalam video itu, hari Senin makannya tempe kering, Selasa tempe kemul, Rabu-Kamis keripik tempe dan mendowan, Jumat tempe bacem, dan Sabtu-Minggu orek tempe. Sejak video itu dibuat Sabtu (22/08/2020), konten tersebut telah ditonton hingga 800 ribu lebih pasang mata.

Hanya Dijatah Suami 20 Ribu untuk Belanja Seminggu, Yuni: Syukurin Aja, Hemat Pangkal Kaya!

Tidak hanya satu video, Yuni kembali curhat tentang nafkah dari suaminya sehari berselang. Kali ini, ia mengatakan kalau suaminya memberi tambahan uang tetapi hanya Rp10 ribu. "Suami cuma nambah 10 K, jadi 1 minggu 30 K," katanya. Kendati tak seberapa, ia merasa tetap harus bersyukur selagi masih mendapat nafkah dari suaminya. Adapun makanan selama seminggu dalam video kedua itu, hanyalah telur yang diolah secara berbeda hari demi hari. 

Netizen pun mengapresiasi langkah kreatif Yuni yang masih bisa memanfaatkan uang belanja hanya Rp20 ribu untuk masak seminggu dengan beragam menu meski yang diolah hanya tempe. Namun, ada juga beberapa netizen yang mengusulkan menu lain dengan uang belanja hanya Rp20 ribu selama seminggu. "20 ribu cukup untuk masak sayur + tempe/tahu/ikan asin, kadang masih sisa buat beli bumbu dapur. Irit buat masak mah segitu cukup ngaturnya," komentar Eka Ayu. "Kalau aq 20K dalam sehari suami q bisa makan rendang, soto, kari, sambel matah, seblak jeletot, dalam kemasan indomie," sahut Fatmawati.

"Seminggu what? Ya kali tuh tempe gak digoreng pake minyak ama cabe bawang nanem sendiri," timpal Zahra.

sumber: kabarmakkah.com

Bikin Haru! 10 Tahun Menabung, Pengamen Ini Daftar Haji Bersama Ibunya

 Sejumlah calon jamaah haji punya pengalaman unik terkait panggilan untuk bisa menyempurnakan rukun Islam. Ada yang landai, namun tidak sedikit yang mengejutkan. Seperti yang terjadi di Probolinggo. Adalah Slamet Efendy (30), seorang pengamen yang kini tercatat sebagai calon haji. Tidak sendiri, warga Dusun Krajan RT 03/RW 03 Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Probolinggo itu juga memberangkatkan ibunya yang bernama Atminah (57) ke Mekkah.



Slamet mengatakan setoran awal setiap orang kini Rp 25 juta. Untuk berangkat bersama ibunya, Slamet telah menyetorkan uang Rp 50 juta ke Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang didapat dari tabungan yang ia kumpulkan dari hasil mengamen di jalanan.

"Saya ingin berangkat haji ke Mekkah bersama ibu. Semoga berangkatnya bisa bersamaan," kata Slamet, Sabtu (5/9/2020). Slamet mengaku telah mendaftarkan ibunya untuk berhaji pada tahun 2018 silam, sedangkan dirinya baru mendaftar pada tahun 2020 ini. "Alhamdulillah saya daftarkan haji ibu pada Tahun 2018 lalu. Sedang untuk pendaftaran haji saya pada Kamis (3/9) kemarin. Uang pendaftaran itu saya kumpulkan 10 tahunan," tambahnya. Ia menjelaskan, dari mengamen itu setiap harinya dia mendapat uang untuk ditabung. "Pendapatan mengamen tidak tentu. Sehari kadang Rp 50 ribu, kadang Rp 70 ribu. 

Dari hasil itu, setiap hari saya tabung Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu," jelasnya. Kini Slamet dan ibunya resmi tercatat sebagai calon haji Kabupaten Probolinggo. Untuk bisa melunasi kekurangan ongkos haji bersama ibunya, Slamet akan kembali menabung dengan jalan mengamen. "Nanti pelunasan akan dikabari Kemenag. Kalau sudah mau berangkat harus lunas. Ini nabung lagi agar ketika dikabari Kemenag, saya siap melunasi," tandasnya. Tetangganya yang bernama Yuyun mengatakan jika Slamet sejak kecil telah ditinggal oleh ayahnya karena meninggal. Slamet kemudian memutuskan berhenti sekolah di saat duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD). Menurutnya, Slamet dikenal sebagai orang yang memiliki keinginan besar untuk membahagiakan ibunya. Slamet juga dikenal sosok religius karena setiap kegiatan keagamaan selalu aktif hadir di majelis taklim atau pengajian di desanya.

"Slamet tidak bisa baca tulis. Jadi saat Slamet mendaftarkan diri untuk mendapatkan porsi haji, ia mengajak saya," kata Yuyun.

sumber : kabarmakkah.com

Waspada, Pengedar Uang Palsu Kini Menyasar Warung Kecil, Beraksi Saat Ramai Pembeli

 Seorang penjual nasi uduk di Jalan Raya Tengah, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, bernama Mala (42) menjadi korban peredaran uang palsu (upal), Selasa (25/8/2020) kemarin malam. Adik korban, Kurnia (36) mencerirakan bahwa kakaknya menerima Upal pecahan Rp 50 ribu dari pria yang membeli dua bungkus nasi uduk seharga Rp 25 ribu. "Harga dua bungkus nasi uduk itu Rp 20 ribu, jadi pelakunya dapat untung Rp 30 ribu dari kembalian. Kata kakak saya pelakunya satu orang," kata Kurnia di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020). Warung kakaknya sendiri hanya dibuka pada malam hari, yakni dari pukul 19.30 WIB hingga 03.00 WIB. Kondisi warung yang cukup rami menyebabkan Mala tak sempat mengecek upal yang diterimanya.



"Jadi modus pelaku itu belanja pas lagi ramai pembeli. Biar pas bayar kakak saya enggak sadar kalau itu uang palsu. Pas lagi menghitung uang baru kakak saya sadar," ujarnya.

Kurnia menuturkan Upal pecahan Rp 50 ribu yang diterima kakaknya dari pelaku berbahan tipis dan mudah sobek, warna gambarnya pun lebih pudar. Uang palsu tersebut seperti dicetak oelh seorang amatiran dengan printer dan kertas biasa. Terlihat dari bercak tinta yang luntur saat dipegang dalam kondisi tangan basah. Selain itu tidak terdapat benang pengaman sebagaimana uang asli. "Selama lima tahun dagang di sini baru satu kali ini kejadian, sebelumnya enggak pernah. Tapi kakak saya enggak lapor polisi, karena enggak ada CCTV di sekitar sini," tuturnya.

Dua Kali Dalam Sepekan

Uang palsu (upal) kembali marak beredar di masyarakat. Bahkan, ditemukan dua kasus serupa di seputar Jakarta Timur dalam waktu kurang dari sepekan. Temuan pertama menimpa Pedagang Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/8/2020) siang. Seorang wanita berinisial SDS diamankan pedagang setelah berbelanja menggunakan upal senilai Rp 235 ribu. Kemudian, giliran penjual nasi uduk di Pasar Rebo yang jadi korban. Dua bungkus nasi uduk seharga Rp 25 ribu ditukar seseorang pria tak dikenal, menggunakan selembar upal Rp 50 ribu. Kurnia (36) seorang adik korban bernama Mala (42) menceritakan modus yang menimpa kakaknya sama seperti pada kasus upal di Pasar Deprok. "Kalau yang di Jalan Raya Tengah ini setahu saya korbannya kakak saya saja. Tapi modusnya mirip sama yang di Pasar Deprok," kata Kurnia di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (27/8/2020). Kesamaan keduanya pelaku menyasar pedagang kelas kecil dengan pecahan uang Rp 50 ribu cetakan lama, dan mengambil untung dari kembalian.

Beda dengan pelaku peredaran uang palsu umumnya yang menggunakan uangnya dengan membelanjakan barang-barang mahal.

"Kalau yang kasus kakak saya pelaku ambil untung Rp 30 ribu dari kembalian. "Mungkin sama ya modusnya sama yang di Pasar Deprok, saya lihat kasusnya di berita," ujarnya. Bedanya pelaku yang menipu Mala berhasil melarikan diri karena terlambat menyadari uang diterimanya palsu akibat sibuk melayani pembeli.

Komplotan Pengedar Upal Diburu

Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menuturkan pihaknya masih memburu komplotan pengedar uang palsu di Pasar Deprok. Pasalnya perempuan berinisial SDS (21) yang sudah jadi tersangka mengaku beraksi bersama dua temannya saat menipu pedagang Pasar Deprok. Namun dua temannya berhasil melarikan diri saat SDS diamankan sejumlah pedagang lalu digelandang ke Mapolsek Jatinegara. "Pengakuan tersangka dia mendapat uang palsu sebanyak Rp 900 ribu dari seseorang yang dikenal lewat Facebook. Komplotan ini mencari untung lewat uang kembalian," tutur Darmo. SDS yang mendekam di tahanan Mapolrestro Jakarta Timur dijerat pasal 245 KUHP tentang Pemalsuan Mata Uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Wanita Muda Dapat Uang Palsu dari Kenalan Facebook Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menjelaskan awal mula wanita berinisial SDS (21) memperoleh uang palsu, sebelum diedarkan di Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur pada Selasa (25/8/2020) lalu. Awalnya, SDS berkenalan dengan seorang pria berinisial S melalui jejaring sosial Facebook.

"Setelah janjian, mereka bertemu di Kota Tua, Jakarta Barat."

"Tersangka juga membawa temannya 2 orang yang sekarang masih DPO," ungkap Darmo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020). Dari pertemuan tersebut, S kemudian memberikan 18 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 900 ribu, kepada wanita yang tercatat berdomisili di Muara Angke, Jakarta Utara tersebut. Selain memberikan kepada SDS, pria itu juga memberikan sejumlah lembaran uang palsu kepada dua orang teman SDS yang masih buron. "Setelah itu mereka bertugas untuk berbelanja di Pasar Deprok, untuk menukar uang palsu dengan uang asli dengan cara membeli barang," tuturnya. Darmo menjelaskan, SDS yang membawa dua orang temannya, patut diduga sebagai komplotan lantaran mereka juga membawa uang palsu tersebut. "Dua orang masih kami lidik. Kami duga mereka komplotan karena dua orang juga bawa uang palsu," jelas Darmo. Pelaku yang masih remaja tersebut akan dikenakan Pasal 245 KUHP tentang mengedarkan uang palsu kepada masyarakat, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sengaja Beli Barang Murah

Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono menjelaskan, SDS bersama dua rekannya yang masih buron, sengaja membeli barang murah di Pasar Deprok, Jatinegara, Jakarta Timur. Modus tersebut sengaja dilakukan untuk menukarkan selembar uang palsu senilai Rp 50 ribu dengan kembalian berupa uang asli. "Mereka sengaja beli barang murah agar nantinya mendapatkan kembalian uang asli," ucap Darmo saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2020). Setelah berbelanja, sosok pria berinisial S yang memberikan uang palsu kepada SDS dan dua temannya, meminta pembagian hasil atas kembalian berupa uang asli setelah mereka berbelanja di Pasar Deprok. Komplotan pengedar uang palsu lain biasanya menukarkan uang palsu dengan cara membeli barang mahal, tak demikian dengan komplotan S yang juga masih buron. "Kayaknya modus baru, biasanya kan orang membeli barang dengan uang palsu." "Kalau ini modusnya uang kembalian yang diambil," ujarnya. Sebelum ditangkap, S mengaku telah berbelanja sebanyak Rp 235 ribu setelah membeli seprai dan bumbu masak. Sehingga, ia baru mengedarkan uang palsu sebanyak 5 lembar pecahan Rp 50 ribu. "Pelaku membawa 13 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu, jadi jumlahnya Rp 600 ribu." "Sedangkan dia baru menukar 5 uang palsu senilai Rp 250 ribu." "Ada uang Rp 15 ribu kembalian uang asli yang dipegang dan rencananya akan dibagi dua dengan S," papar Darmo. Polisi masih menyelidiki keberadaan S dan dua wanita lainnya, atas perbuatan mengedarkan uang palsu ke masyarakat. Sayangnya, SDS mengaku tak mengetahui tempat tinggal S, lantaran hanya berkenalan di jejaring sosial Facebook, dan baru sekali berjumpa di Kota Tua saat memberikan uang palsu tersebut. "Hubungannya kenalan dari Facebook." "Tersangka enggak tahu apa kerjaannya Si S ini, begitu juga dengan alamat rumahnya." "Setelah ketemuan terus disuruh belanja pake uang palsu, begitu saja," paparnya. Sebelumnya, wanita muda berinisial SS (21) diamankan pedagang Pasar Deprok, Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, lantaran diduga berbelanja menggunakan uang palsu. Sawijah (57), pedagang pakaian dan seprai menerangkan, awalnya SS mendatangi tokonya untuk menanyakan harga seprai. "Awalnya dia ke toko saya, mau beli seprai." "Saya bilang harganya Rp 250 ribu," kata Sawijah di lokasi, Selasa (25/8/2020). SS kemudian menawar harga barang menjadi Rp 200 ribu. Sawijah menyepakatinya dan transaksi pun terjadi. Sayangnya, ia tak meneliti uang palsu sebesar Rp 200 ribu yang dibayarkan oleh SS. "Awalnya saya enggak tahu. Habis bayar dia pergi." "Enggak tahunya ada orang-orang rame, katanya pengedar uang palsu ditangkep," ujarnya. Ketika ia melihat wajah pelaku, Sawijah terkejut, lantaran perawakan pelaku mirip seperti wanita yang baru saja membeli seprai di tokonya. "Wah kok mukanya sama, berarti saya kena dong." "Saya cek uangnya, ternyata memang bahannya beda, kalau yang asli agak kasar, uang yang dikasih lebih halus teksturnya," tutur Sawijah. Adalah pedagang bernama Sumarni (56) yang awalnya menyadari uang yang ditukarkan SS dalam bentuk barang belanjaan, merupakan uang palsu. "Dia belanjanya sih cuma Rp 5 ribu, beli bumbu masak." "Ngasih uang Rp 50 ribu, saya kasih kembaliannya." "Setelah dia pergi, pas mau saya pegang uangnya halus banget, padahal bukan uang baru," ungkapnya. Meski secara ukuran hampir sama dengan yang asli, uang palsu yang diedarkan SS berwarna sedikit lebih buram dan bertekstur lebih halus. Ia pun langsung memberitahu pedagang lainnya. "Saya suruh kejar pedagang lain, ternyata dia udah belanja di tiga toko." "Totalnya Rp 500 ribu, yang Rp 250 lagi dia belanja sosis," beber Sumarni. Lantaran khawatir diamuk massa, SS yang mengaku berbelanja bersama dua temannya, langsung diamankan warga di pos penjagaan pasar. Saat diamankan, ia hanya tertunduk dan tak melakukan perlawanan.

Petugas kepolisian kemudian mengamankan pelaku ke Mapolsek Jatinegara. (abs/*)a

Muncul Ajaran Sesat, Pria Ini Sebut Ka'bah Bakal Pindah ke Ciamis

 Munculnya dugaan ajaran sesat membuat geger warga Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.



Ajaran ini meyakini suatu saat Ka’bah akan berpindah ke Lakbok dan sejumlah agama resmi merupakan Islam. Informasi ini terungkap saat adanya laporan dari masyarakat tentang kegiatan menyimpang dari ajaran Islam. Kepala KUA Lakbok, Dudung Kusnandar, membenarkan sempat ramai adanya ajaran yang menyimpang ini oleh salah seorang prina yang bernama Dalilan, warga Desa Kertajaya. Menurut Dudung, pihaknya sebelumnya sudah mendengar informasi sekitar 1 bulan lalu. Saat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, justru menyusul laporan dari masyarakat, bahkan sampai viral.

“Menyikapi ajaran sesat itu, KUA bersama MUI dan Muspika kecamatan langsung berkumpul untuk memanggil yang bersangkutan agar memberikan klarifikasi,” terang Dudung, Rabu (2/9/2020).

Setelah meminta keterangan, lanjut Dudung, Dalilan menyatakan kesalahan dalam meyakini pemahamannya sendiri. “Karena tidak terbukti referensinya saat memberikan keterangan, sehingga Pak Dalilan pun mulai menyadari bahwa pemahamannya kurang tepat,”

Ajaran Sesat yang Aneh

Ketua MUI Lakbok, H Surip Muhrojin (50), menjelaskan, aktivitas dalam penyebaran pemahaman yang salah itu saat Dalilan melayani pasien yang tengah berobat. Sebelum melakukan pengobatan kepada pasien, ungkap Surip, Dalilan kerap memberikan ceramah yang cukup lama. Saat itulah yang menjadi kesempatan untuk menyampaikan hasil pemikiran yang tidak memiliki referensi jelas. Salah satu yang paling menggelitik dari ajaran sesat ini, lanjut Surip, Dalilan meyakini kalau Ka’bah suatu saat akan berpindah ke Lakbok. “Dalam islam ada yang namanya talbiyah ketika orang haji dengan mengucapkan Labaikallohumma Labaik. Sedangkan versinya Dalilan malah Labaikallohumma Ya Lakbok. Ini kan aneh,” terang Surip. Tak hanya itu, beberapa agama resmi seperti Kristen, Budha dan Hindu juga merupakan satu kesatuan, yakni Islam. Hal ini berdasarkan pemahamannya dari kata Ka’bah yang disingkat menjadi KBH atau Kristen, Budha dan Hindu. MUI, sambung Surip, menyikapi ajaran sesat ini sangat janggal. Apalagi yang bersangkutan maupun pasien secara kemampuan SDM terbilang kurang mumpuni. “Memang dalam penyampaiannya sangat meyakinkan, apalagi sempat mesantren. Hanya saja tanpa ada referensi yang jelas membuat pemahamannya itu kurang tepat,” ujar Surip.

Ritual Mencari Solusi

Sementara untuk menjawab berbagai masalah para pasien yang datang dari berbagai desa sekitar Lakbok dan Purwadadi, Dalilan kerap melakukan ritual secara sembunyi. Surip mengungkapkan, Dalilan kerap menjalani ritual di sekitar komplek makam Pasir Tiis Desa Kertajaya untuk mendapatkan jawaban dari berbagai persoalan pasiennya. Meskipun begitu, ritual ini sering berpindah tempat, terutama ke rumah teman-temannya yang memiliki keyakinan sama.

“Dugaan ajaran sesat ini berjalan sekitar 3 bulan lalu. Selain meminta keterangan dari yang bersangkutan, kemarin juga sudah menyatakan kembali lagi ke Islam dengan mengucapkan sahadat,” pungkas Surip.

sumber : kabaramakkah.com

Gara Gara Suami Selingkuh Istri di Madiun Nekat untuk Robohkan Rumahnya Rata dengan Tanah

Gara Gara Suami Selingkuh Istri di Madiun Nekat untuk Robohkan Rumahnya Rata dengan Tanah

 Sakit hati suami selingkuh dan tak rela jika rumahnya nanti akan ditempati sang suami dengan si pelakor alias perebut laki orang, istri di Madiun bernama Titik Lestari (39) mengambil langkah, menghancurkan rumahnya yang berada di Desa Puncanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.



Untuk menghancurkan rumah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan rumah tangganya itu, Titik sampai menggunakan jasa 30 kuli angkut.

“Kemarin (Senin, 24/8/2020) seharian mulai pagi sampai sore, melibatkan 30 orang. Biayanya estimasi lebih 5 juta,” ungkap Ketua RT 11 Desa Pucanganom, Ngaliman.

Selanjutnya, bongkaran dan material rumah itu diangkut ke truk, dibawa menuju ke rumah orangtua suaminya alias mertuanya, yang berjarak 1 kilometer.

“Berapa ya (bolak-balik), lima kali ada kok. Bolak balik kemarin mulai siang mengangkut. Kalau bongkar mulai pukul 08.00 WIB,” terang Ngaliman lebih lanjut.

Selama proses pembongkaran sendiri, suami Titik, yakni Nanang tidak berada di tempat karena bekerja sebagai TKI di Taiwan.

Dan sebelum pembongkaran berlangsung, seperti dilansir newsdetik.com, Titik menggelar kenduri atau selamatan terlebih dahulu. Dia juga memberitahukan kepada perangkat desa karena pasti menjadi pusat perhatian, mengingat lokasi rumahnya yang berada di pinggir jalan.

“Lumayan ramai kemarin banyak yang nonton karena pinggir jalan,” kata Ngaliman.

Sementara di media sosial, proses pembongkaran rumah ini menjadi viral dan dibanjiri ribuan komentar dari warganet.

sumber : palingseru.com

Viral! Antrian Memanjang Orang yang Mau Cerai di Pengadilan Agama Bandung

Viral! Antrian Memanjang Orang yang Mau Cerai di Pengadilan Agama Bandung

 Pemandangan antrean panjang di Indonesia memang bukan suatu hal yang baru dan mengejutkan lagi. Mulai dari kedai makanan, tempat transportasi umum, dan tempat-tempat lain selalu dipenuhi antrean panjang.



Fenomena ini bahkan seolah sudah menjadi ‘makanan’ sehari-hari bagi masyarakat Indonesia, terlebih di kota-kota besar dengan tingkat kepadatan tinggi.

Meski begitu, warganet baru-baru ini masih saja dibuat terkejut oleh ‘fenomena’ antrean panjang ini. Pasalnya, lokasi terjadinya antrean panjang ini terbilang tidak biasa.

Yakni, kantor Pengadilan Agama.

“Bandung’ers, jangan terkecoh yaa, ini bukan antrian penerima bantuan sosial, tapi antrian orang-orang yang mau cerai di Pengadilan Agama Soreang,” tulis keterangan akun @bandung.update di Instagram.

Hal inilah yang membuat warganet terkejut, tak menyangka. Karena orang-orang yang rela mengantre itu bukan untuk mendapat sesuatu, melainkan ingin berpisah dari pasangannya.

Ahmad Sadikin, selaku Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang, Bandung, bahkan mengaku sudah terbiasa dengan antrean panjang di kantornya bekerja.

“Rata-rata setiap hari memang penuh. Biasanya Senin, Selasa, Kamis yang penuh,” tuturnya.

Bahkan pernah dalam satu hari, pihaknya melayani lebih dari 150 gugatan cerai.

“Kalau sekarang masuk pembuktian setengah, berarti jumlah pengunjung dikali tiga. Bisa sampai 500 orang. Belum yang ngantre di Posbakum, daftar perkara baru dan yang mengantre mengambil produk pengadilan,” ungkapnya, dilansir dari Kompas.com.

sumber ; palingseru.com

VIRAL! Ibu Mertua Menangis Terharu Dibayari Menantu Belanja Elektronik sampai Puluhan Juta

VIRAL! Ibu Mertua Menangis Terharu Dibayari Menantu Belanja Elektronik sampai Puluhan Juta

 Kisah anak kandung bahagiakan orangtua jelas sudah banyak, tapi mungkin jarang halnya untuk kisah menantu membahagiakan mertua. Dan inilah, kisah tak biasa yang akan dibahas pada berikut ini.

Melalui akun TikTok, seorang pengguna dengan nama Ajeng, membagikan video yang berisikan cuplikan kejutan dari suaminya untuk ibunya.



Saat itu, dilansir Tribunnews.com, tepatnya pada 21 Agustus 2020, Ajeng bersama suaminya mengantar sang mama ke sebuah elektronik store di sebuah mal di kawasan Jakarta, untuk ‘menemaninya’ memilih barang elektronik, yang sebelumnya telah raib diterpa banjir pada awal tahun 2020.

Meski sudah terhitung hampir 8 bulan lamanya pasca banjir, sang mama baru bisa membeli lagi barang-barang elektronik.

“Karena uang yang ada dipakai untuk renovasi rumah pascabanjir, ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang buat mama harus menunda beli barang-barang berharga tersebut,” jelas Ajeng.

Dan setibanya di sana, mama Ajeng pun memilih barang yang diinginkan. Namun sayang, total harga yang harus dibayar jauh dari perhitungan.

“Akhirnya pada saat pemesanan, mamaku lebih memilih barang-barang yang bukan dia inginkan. Dia pilih barang-barang elektronik dengan harga yang lebih terjangkau,” tutur Ajeng.

Pada saat ingin membayar di kasir, kejadian menakjubkan nan haru itu terjadi. Suami Ajeng langsung memajukan badan ke kasir, mengeluarkan dompet, dan membayarkan semua total belanjaan sang mama mertua.

via: tribunnews.com

Diakui Ajeng, hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan Ajeng. Sebab, menurutnya, sejak awal mereka hanya berniat menemani sang mama belanja.

“Makanya seketika mama dan aku juga kaget nggak bisa nahan air mata bahagia,” ucapnya.

Air mata haru dan bahagia Ajeng pun semakin mengalir deras tatkala suaminya menyampaikan alasan dibalik dirinya rela membayar semua barang-barang yang bernilai puluhan juta itu.

“Respons suamiku pas aku tanya dia bilang ‘Gak ada salahnya kan bahagiain orangtua’ karena kunci kesuksesan itu dengan memuliakan orangtua kita’.”

Di situ, Ajeng mengaku sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahinya suami yang tidak hanya sayang dengan dirinya, namun juga dengan keluarganya, terkhusus orangtua.

Ajeng pun berpesan untuk selalu membahagiakan orangtua maupun mertua.

“Yakinlah kalau kita memuliakan orangtua kita nggak akan berkekurangan malah Allah akan memberikan yang lebih-lebih lagi,” tuturnya.

sumber : palingseru.com

Beda Usia 49 tahun, Kakek Ini Nekat Nikahi Gadis Lugu dengan Mahar Sepeda Motor

 Cinta tak memandang usia. Jika sudah cinta dan sayang, jarak usia tak jadi masalah. Inilah kata yang dapat disematkan kepada pasangan yang sedang kasamaran di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah yang berbeda usia 49 tahun. Dia adalah Kho Gondo Jayadi (68), dan Lithika Al Gandis (19).






Gandis yang merupakan warga Gang Mihau, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun menerima lamaran Koh Acek Ayong seorang pemilik toko kelontong barang pecah belah di Jalan Antasari Pangkalan Bun, tepatnya di depan Pasar Indrasari. Selasa, 18 Agustus 2020 menjadi hari berbahagia buat keduanya lantaran ijab qobul dilangsungkan secara sederhana di rumah mempelai perempuan.

Kisah asamara meraka diawali sebulan lalu sekira awal Juli 2020 saat Gandis membeli kursi di Toko Buana Plastik milik Koh Acek Ayong yang juga seorang mualaf.

“Sekitar satu setengah bulan lalu, saat itu saya beli kursi di toko papah (nama panggilan sayangnya pada suami). Kemudian diajak kenalan. Setelah itu, papah datang ke rumah dan menemui orang tua saya,” kata Lithika Al Gandis sambil tersipu malu saat ditemui MNC Media di Toko Koh Acek Ayong, Rabu (19/8/2020).

Dari situ, lanjut Gandis akhirnya mengaku mulai menaruh hati kepada Koh Acek Ayong yang sudah 9 kali menikah dan memiliki 4 anak kandung.

“Ya saya sayang apa adanya, tidak ada embel apa-apa. Saat ke rumah, papa langsung bilang kepada orangtua untuk mengajak menikah saya pada 18 Agustus 2020. Ya karena saya juga mau akhirnya terjadilah ijab qobul kemarin dengan mahar 1 unit sepeda motor,” ujar gadis lugu ini sambil melirik tersipu malu Koh Acek Ayong.

Sementara itu, Koh Acek Ayong mengaku nekad melamar Gandis lantaran suka melihat kepribadiannya yang masih lugu, polos dan apa adanya.

“Karena saya ingin serius membina rumah tangga, dan alhamdulillah ternyata gayung bersambut. Insya Allah saya pengin punya anak sama istri sah saya ini,” ucap Acek Ayong sambil mencandai Gandis.

“Harapan saya bisa membangun rumah tangga dengan sakinah, mawarddah dan warrohmah,” harap Cek Ayong yang kemudian diamini istrinya ini.

Ia mengaku sudah trauma dengan perempuan yang terlihat modis. Karena ia dulunya pernah diplorotin perempuan yang pernah didekati hingga habis Rp80 juta.

“Kalau salah pilih pasangan hidup sekarang bisa bahaya. Yang ada duit habis tidak jelas. Saya yakin dengan pilihan saya Insya Allah terakhir ini bisa membina keluarga hingga akhir hayat,” pungkasnya. 

Sumber: Okezone